Untuk sebuah keputusan, alasan, dan juga jawaban
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
prajurit! Tolong dengarkan saya kali ini , dan jangan menatapku dengan tatapan seduh mu. Tatap aku dengan mata tajammu, dan bersikaplah tegas kali ini.
ada yang ingin ku sampaikan. sebuah keputusan, alasan, dan jawaban. untuk segala kisah dan cerita yang di lalui, untuk semua kenangan yang Indah , untuk semua pembelajaran atas segala proses, dan juga warna baru disetiap hari yang di lalui.
ada saat nya wanita yang kau anggap bisa melewati semua akan memilih untuk mundur atau pun berbalik arah. Seperti yang kamu tahu, untuk kembali ke titik awal membutuhkan perjalanan yang panjang lagi, karena untuk sampai ke pertengahan perjalanan membutuhkan proses. Perihal tentang sakit dan kecewa jangan perdulikan, tidak usah lagi merasa bersalah. Dan perihal tentang kerugian? Saya tidak pernah menyesal dan rugi mempunyai rasa pada seorang prajurit. dan untuk saat ini keputusannya adalah saya memilih untuk tidak lagi berjuang ataupun bertahan.
alasannya, saya tidak bisa menerima hati yang masi di harapkan banyak orang,egois memang. Apa kamu mau membagi rasa sayang dengan orang lain(?)kamu terlalu menghargai, kamu terlalu mengedepankan perasaan, dan terlalu banyak hati yang harus kau jaga. sadar atau tidak, tidak ada wanita yang mampu bertahan jika di posisi ini. jika kamu menemukan wanita yang bisa bertahan, mungkin dia tak pakai hati punya rasa padamu.
jawabannya, carilah wanita yang jika kamu hanya dengan menatapnya bisa membuat mu bahagia, membuat degup jantung mu berdetak seperti usai lari maraton, yang mau merawat, mengurus ,dan memperhatikan mu walau di saat dia sedang marah dan sakit sekalipun, yang bisa menjadi rumah, dan bisa memposisikan dimana ia bisa menjadi ibu ,sahabat ,pacar, bahkan teman untuk beragumen. membuatmu hanya dengan menatapnya kamu menemukan jawaban dari semua pertanyaan. jangan mencari wanita yang seperti ku, yang jika kamu menatapku hanya akan membuatmu berpikir keras "pantas tidak prajurit untuk tuan Putri?" yang membuatmu sakit kepala hanya karena memikirkan suatu keputusan.
walau sebenarnya harusnya kamu tahu, saya tidak pernah rela mengatakan kalimat jawaban ini.
Berbahagialah prajurit , cukup saya saja yang merasakan sakitnya ketika tak menjadi pilihan . perhatikan dirimu, jangan pernah menyakiti dirimu. Saya mohon .
-Tuan Putri,
Gorontalo , 1 agustus 2018


pebagus nak:(((
BalasHapusTerimakasih sayang, untuk menjadi salah satu orang yang selalu mendukung untuk menulis ❤
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMmng itu mnjdi alasan yg pling trbaik. Dmna seorang tuan putri tdak ingin membuat seorang prajurit mmkirkan ssuatu yg nntinya membuat dia mrasa rndah diri. Itu benar . Tapi, terlepas dari smua itu, tuan putri jga seorang manusia. Dan stiap manusia jg brhak mrasakan yg namanya cinta dan mnjdi plihan dri seseorang, bgtupun dgn seorang prajurit. Jika dia memilih seorang tuan putri, psti dia sdh tau sgala resikony dan kmbli lgi pada takdir. Jika takdir sdah berkehendak siapa yg mampu melawannya?. Slah satu tlisan trbaik yg prnah saya baca, pnmpatan klimatnya, plihan kata atau diksi, tata bahasa dan tanda baca sdh tpat dan mdah di mmgerti. Lnjutkan untk mnlis dan smngat berkarya :))
BalasHapusDan apapun itu , setidaknya prajurit telah mengajarkan tuan Putri tentang bagaimana mempunyai rasa tanpa memiliki .
HapusDan terimakasih karena menyempatkan membaca tulisan yang abstrak ini ❤