wanita yang tidak mau kalah cantik.

assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,,,



pagi itu, saya memutuskan untuk ikut bersama dengan ibu ke pasar tradisional. layaknya dua wanita yang sedang berteman, bercengkrama, dan bersenda gurau. ibu wanita yang siap menjadi pendengar setia keluh kesah, menjadi motivator sekaligus penunjuk masa depan terbaik sepanjang masa. walau terkadang ibu selalu mengoceh apapun itu.

di pojok kanan lapak tempat sayur, wanita tua berambut putih dan mempunyai senyum paling merekah itu menatap saya dan ibu. dari kejauhan ia menampilkan senyum manis yang memperlihatkan giginya yang mulai hilang, keriput di mata dan dahi pun kentara. oma oyi namanya, kata ibu, ia adalah wanita yang mempunyai senyum yang tulus.

saya dan ibu menghampiri tempat jualan oma oyi, oma oyi juga sering bersenda gurau. " selamat pagi kakak adik" sapaan oma oyi pada saya dan ibu dan jangan lupakan senyumnya yang tidak pernah luntur. dan saya hanya membalas dengan senyum juga.

"cantik kamu nak, mirip dengan ibumu waktu masih cewek dulu" ucap oma oyi menatapku lalu beralih menatap sayuran lagi. "terima kasih oma yang lebih cantik" ucapku juga. oma tertawa, matanya hampir tertutup karena tertawa. " kalau saja oma masih cewek,kalah cantik kamu nak" ejek oma lagi dan saya hanya mampu tertawa mengiyakan saja.

oma oyi wanita tua yang mempunyai senyum paling iklas dan tak pernah menyerah. sosok wanita yang mengajarkan bahwa berjuang melawan itu pasti. di umurnya yang sudah bisa menikmati hari tua ini dia tetap masi berjualan di pasar. suar lelah di pelipisnya menandakan ia sudah kelelahan. pernah saya tanya " oma, apa oma tidak mau menikmati hari tuanya oma?" oma tersenyum "oma sedang menikmatinya, dan ini lebih dari cukup nak" di elus pucuk  kepala saya lalu kami berdua tersenyum bersama

sekedar info, kata papa saya jika orang yang lebih tua mengelus pucuk kepala mu, berarti orang itu mempunyai rasa penyayang yang tulus.

dari sini saya belajar, semua yang kamu lakukan itu harus di nikmati, biar kamu terbawa suasana dan tidak dengan keterpaksaan. dan juga cobalah memulai semuanya dengan rasa cukup, karena bahagiaan itu bukan di cari, tapi dinikmati.



gorontalo, 17 juli 2018
19.44 wita

Komentar

Postingan Populer