Yang pernah sakit akan sembuh

Aku pernah sangat mencintai namun di siasiakan
Aku pernah sangat menyayangi namun dihiraukan
Aku pernah sangat percaya namun di khianati Aku pernah berpegang Teguh pada janji namun di ingkari. Selang waktu beberapa tahun kemarin, banyak hari dan bulan bahkan tahun bisa saya lewati jatuh karena lemah diam karena sakit
Bahkan luka lebam pada hati belum lekas sembuh namun sudah ada pengganti.
Dari yang main main, Cinta monyet, Cinta mati bahkan Cinta goblok pun pernah di alami.

Fase dalam mabuk Cinta:
Tidak tidur karena sering telfonan
Lupa makan karena sedang kasmaran
Bahkan mogok makan karena sedang punya masalah dalam hubungan. Sebegitu gilanya aku dulu terhadap lelaki yang bahkan belum tentu menjadi pasangan hidup ku. Namun, manusia tetaplah manusia yang terkadang bisa hanyut terbawa oleh perasaan semu pada mahluk fana di muka bumi.

Aku pernah lupa bahwa hari esok masi ada waktu untuk kita bertemu, untuk kita beradu kasih dan menuai rindu yang berjarak seolah dia segalanya dalam hidup.
Aku pernah menyusun list sampai membuat rencana apa saja kegiatan yang akan kita lakukan.
Aku pernah berjuang mati-matian bahkan merelakan banyak hal yang saya sudah peroleh
Hanya karena 1 orang lakilaki.
Aku pernah berfikir bahwa berjuang dalam hal percintaan itu akan berbuah hasil, tanpa memikirkan resiko terberat dari itu adalah membuat lebam dan luka lebih dalam yang akan tertanam dalam hati sehingga membuat rasa membeku.
Aku pernah memberi segalanya yang bahkan itu membuat diri aku dalam rana bahaya, namun seolah janji janji manis bertebaran sehingga membuat semua hari lebih berwarna. Menjajikan bahwa di dunia ini hanya ada kita berdua tanpa ada dia dan orang lain.
Aku pernah lupa bahwa dia pernah pergi meninggalkan ku bersama luka, dan kembali mengumbar senyum manis namun berkedok menitip duka.
Aku pernah menjadi pengganti dari masa lalunya, namun berusaha keluar dari bayang bayang masa lalu dengan menerima resiko sakit yang tak terlihat
Aku pernah menahan isak tangis dalam keadaan luka yang semakin parah kian tak kunjung sembuh namun harus terlihat baik baik saja hanya agar dia tahu bahwa aku akan baik baik saja
Aku pernah menaharan rasa rindu yang sering datang dan pergi tanpa di undang dan lebih memilih untuk diam tak menyampaikan karena lebih memilih memberi dia waktu senggang walau pada akhirnya dia juga sedang menikmati waktu bersenang bersama wanita lain.

Sebegitu banyak rasa sakit yang tertanam dalam sanubari
Begitu banyak rasa kecewa yang melekat pada kenangan
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa yang menyakitkan malah mempunya tempat tersendiri dalam ruang rasa
Aku pernah berfikir kenapa aku tidak membalas? Namun, terkadang aku lebih memilih diam dan menikmati proses. Karena berlian sebelum menjadi permata yang Indah nan cantik harus di permak,  di banting, bhkan di asah lagi.

Saya pernah berfikir untuk pergi, namun ketika ingin pergi lagi lagi perasaan menahan dan berkata dia masih butuh orang untuk berubah.
Sampai saya pernah lupa saya juga punya luka yang belum sembuh namun ingin mengobati luka yang dia cari.

Saya tidak pernah menyesal, saya tidak pernah merasa rugi. Karena ini resiko dalam hal mencintai.

Dalam menjalani hubungan penghianatan, perselingkuhan, bahkan kecewa itu konsekuensi yang kita dapat dalam terlalu menaruh harapan penuh pada sesama manusia yang fana.

Bahkan, mungkin besok, atau lusa kita akan bertemu lagi orang orang baru dalam hidup kita, mengenal Cinta baru lagi, mengenal sakit yang baru lagi lalu bangkit dalam keterpurukan lagi.
Karena aku hanyalah perempuan, yang sekeras apapun mulut mengatakan tidak butuh perhatian namun tidak dengan hati yang rindu akan belaian kasih.

Aku siap untuk sakit, kecewa, dan bahagia

Komentar

Postingan Populer