Setidaknya.
Kata maaf juga penyesalan selalu bertempat di akhir kalimat. Mengapa kata tersakiti selalu identik dengan kata maaf? Mengapa bukan terimakasih? Atau mungkin kalimat ini cocok sepertinya.
Setidaknya, kita pernah saling menaruh rasa yang sama
Setidaknya, rasa egois dan api cemburu itu pernah hadir
Setidaknya, kita pernah saling mengaitkan tangan bersama
Setidaknya, kita pernah mengucapkan terimakasih walau di sakiti
Setidaknya, kita pernah mengucapkan kata maaf hanya karena perihal kabar yang membuat khawatir
Setidaknya, kita pernah saling mendoakan kebahagiaan bersama
Setidaknya, kita pernah merangkai cerita Indah di waktu sore
Setidaknya, kita pernah menuai mimpi kita bersama sebelum tidur
Setidaknya, kita pernah tertawa bahagia hanya karena hal bodoh yang pernah di lalui
Setidaknya, sajak sajak tentang peraduan rindu pernah terdengar dan di suarakan
Setidaknya, isak tangis juga lara menahan hasrat ingin bersua dan memeluk raga pernah kita alami
Setidaknya, kita pernah menyakiti dan disakiti
Setidaknya, rasa yang ambigu mampu kita utarakan
Setidaknya, penyakit euforia itu bisa
tergantikan dengan duka dan lara
Setidaknya, kita pernah sama2 membangun komitmenSetidaknya, kita pernah belajar untuk saling menerima rasa yang telah usai dan padam
Dan setidaknya, kita pernah hampir usai dalam skenario drama yang kita mainkan.
Harus kamu tahu, bahwa kita harus bersyukur atau mungkin saya yang harusnya bersyukur karena pernah menjalin dan membuat cerita yang Indah ini.
Masi ingat saya pernah mengatakan bahwa saya ingin bangun dari mimpi? Harus kamu tahu, kamu hanyalah ilusi dalam bayang bayang bunga tidurku. Saya terlalu takut untuk membuka mata dan menerima bahwa kenyataannya cerita kita telah usai.
Saya sadar bahwa tidak ada yang namanya cerita cintah yang Indah, bahkan dalam film anak disney pun semua tuan Putri disana harus merasakan sakit dahulu.
Saya terlalu takut untuk membuka mata dan juga berjalan keluar dari zona lingkup yang saya bangun sendiri. Saya terlalu ragu untuk meninggalkan zona nyaman ini. Tidak perlu merasa salah atau pun terbebani.
Karena kita hanyalah dua orang manusia yang mempunyai rasa yang tepat, di waktu yang salah.



Meminta maaf dengan kesalahan yang sama lalu mengulangi kesalahan seperti sebelum-sebelumnya😌😌😌
BalasHapusSetidaknya hanya ingin mengingatkan bahwa, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua ,tapi tidak dengan kesalahan yang sama.
Hapus