Klarifikasi dari prajurit!
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
untuk saat ini, aku berfikir semua rasa dan keluh kesah yang kau tulis adalah bentuk pengeluhan karena lelah. kamu tidak salah, tidak juga benar. hanya saja kurang tepat.
jika kamu masih mengeluh, apa ini yang di sebut sayang? sayang adalah bentuk yang sakral. kebanyakan orang hanya punya rasa suka yang dikira rasa sayang.
pada awalnya kamu memang tahu, tugas prajurit yaitu menjaga para tuan Putri.
dan aku tidak akan pernah menjadikanmu pilihan, karena jika kamu menjadi pilihan, ada salah satu yang ku tinggalkan. aku menjadikan mu tujuan, sekali lagi bukan pilihan.
mengapa menangis? bukankah sudah kubilang jangan pernah membuat hujan di pipimu? aku bukan lelaki yang pantas untuk di tangisi oleh tuan Putri.
aku tahu kamu akan merasakan bosan, kamu akan merasajakan jenuh dan lelah nya menunggu suatu proses. cobalah untuk di nikmati, jangan terlalu ambisius agar ekspetasi akan berjalan sesuai realita.
aku tidak ingin kamu menikmatinya secara instan, karena semua yang bersifat tergesa gesa tidak akan bertahan lama. aku ingin kamu menikmatinya dengan santai tapi pasti.
maaf karena aku mengatakan rasa mu hanyalah rasa suka semata. coba kamu fikir kembali, jika kamu sayang kamu tidak akan mengeluh. jika kamu sayang, kamu tidak akan merasakan sakit. bukan karena tidak punya rasa, tapi kamu harus percaya apapun yang terjadi dengan ku, prajurit akan selalu bersama tuan Putri.
tuan Putri, coba pikirkan lagi. apa aku pernah memarahimu untuk dekat dengan yang lain? apa aku pernah mengekangmu? apa aku pernah membatasi pergaulanmu? apa aku pernah curiga padamu? hanya karena aku punya rasa padamu, bukan berarti dirimu milikku kan? aku tetap merasakan semua itu, rasa cemburu, marah, dan tidak suka itu pasti. hanya saja aku berfikir karena jika kamu benar benar saja kamu pasti tidak akan melakukan hal yang membuat aku sakit. aku ingin kamu juga berfikir begitu. apapun yang terjadi kamu dan aku akan menjadi kita. percayalah.
aku ingin memberimu sayap, bukan merantaimu. aku ingin menuntun mu, bukan menuntut.
tenanglah, aku juga berfikir keras. tidak mungkin aku melepaskan wanita yang kukejar selama empat tahun akan kubiarkan perasaannya.
seperti yang kukatakan, jika kamu masih ingin berkelana mencari yang pasti menurut mu, maka carilah. dan tenang saja, aku sebagai prajurit akan selalu berada di belakangmu, memantaumu, melihatmu. jika kamu sudah lelah mencari yang pasti, tengoklah kebelakang, karena yang pasti itu sudah tertinggal, maka kembali lah, lalu jemput yang pasti itu untuk berjalan beriringan.
Tuan Putri, jika kamu merasa lelah, penat, bahkan tak mampu. jangan mencari tempat untuk melampiaskannya. aku di belakangmu, menyediakan pundak untuk bersandar, menyediakan pelukan hangat ketika kamu merasa sudah tak mampu, dan juga telinga yang siap menampung segala keluh kesahmu.
jangan bersedih lagi, dan jangan pernah menangis lagi. tersenyumlah.
-prajurit
Gorontalo ,4 agustus 2018
jika kamu masih mengeluh, apa ini yang di sebut sayang? sayang adalah bentuk yang sakral. kebanyakan orang hanya punya rasa suka yang dikira rasa sayang.
pada awalnya kamu memang tahu, tugas prajurit yaitu menjaga para tuan Putri.
mengapa menangis? bukankah sudah kubilang jangan pernah membuat hujan di pipimu? aku bukan lelaki yang pantas untuk di tangisi oleh tuan Putri.
aku tahu kamu akan merasakan bosan, kamu akan merasajakan jenuh dan lelah nya menunggu suatu proses. cobalah untuk di nikmati, jangan terlalu ambisius agar ekspetasi akan berjalan sesuai realita.
aku tidak ingin kamu menikmatinya secara instan, karena semua yang bersifat tergesa gesa tidak akan bertahan lama. aku ingin kamu menikmatinya dengan santai tapi pasti.
maaf karena aku mengatakan rasa mu hanyalah rasa suka semata. coba kamu fikir kembali, jika kamu sayang kamu tidak akan mengeluh. jika kamu sayang, kamu tidak akan merasakan sakit. bukan karena tidak punya rasa, tapi kamu harus percaya apapun yang terjadi dengan ku, prajurit akan selalu bersama tuan Putri.
tuan Putri, coba pikirkan lagi. apa aku pernah memarahimu untuk dekat dengan yang lain? apa aku pernah mengekangmu? apa aku pernah membatasi pergaulanmu? apa aku pernah curiga padamu? hanya karena aku punya rasa padamu, bukan berarti dirimu milikku kan? aku tetap merasakan semua itu, rasa cemburu, marah, dan tidak suka itu pasti. hanya saja aku berfikir karena jika kamu benar benar saja kamu pasti tidak akan melakukan hal yang membuat aku sakit. aku ingin kamu juga berfikir begitu. apapun yang terjadi kamu dan aku akan menjadi kita. percayalah.
aku ingin memberimu sayap, bukan merantaimu. aku ingin menuntun mu, bukan menuntut.
seperti yang kukatakan, jika kamu masih ingin berkelana mencari yang pasti menurut mu, maka carilah. dan tenang saja, aku sebagai prajurit akan selalu berada di belakangmu, memantaumu, melihatmu. jika kamu sudah lelah mencari yang pasti, tengoklah kebelakang, karena yang pasti itu sudah tertinggal, maka kembali lah, lalu jemput yang pasti itu untuk berjalan beriringan.



Komentar
Posting Komentar